Perkara "Kapan menikah??"
Sore tadi aku bertemu dengan keluarga temanku
Dan mereka bertanya " kamu kapan menikah??"
Mereka bertanya lagi " kenapa undanganya belum ada??"
Dan ada yang berkata " Aku mau jodohkan kamu dengan seseorang, nanti kita bisa satu keluarga"
Lalu aku menjawab
Iya nanti pelan-pelan semua akan tercapai
Di waktu yang tepat dengan orang yang terbaik
Lalu ada seseorang yang berkata
Pelan-pelan nanti umurmu 50tahun
Ya ampun mengapa banyak sekali omongan manusia yang tidak mengindahkan hati dan perasaan orang lain?
Seolah-olah pernikahan adalah hal yang harus di lakukan sekarang
Dan sebenarnya aku menjawab dengan nada yang menghormati dan baik
Aku hanya tertawa di dalam hati
Sesorang yang mengejek ku belum menikah, nanti kelamaan belum menikah adalah orang yang menjadi penyusah untuk orang tuanya
Orangtua nya memberikan dia, istrinya dan anaknya makanan
Lalu dia hanya tidur seharian
Hanya bermalas-malasan
Tanpa tahu ibu nya berpanas-panasan mencari uang
Membiayai kehidupan mereka
Aku hanya tertawa dengan orang yang mudah meremehkan pencapain orang ke orang lain
Padahal aku tahu kehidupan mereka yang mengejek ku belum menikah adalah orang-orang yang selalu mengeluh tentang kehidupan pernikahan mereka
Lalu menjadi beban kepada yang lain
Dan mengharap belas kasihan orang lain
Sebenarnya aku ingin sekali menjawab
InsyAllah, aku pasti menikah
Allah sedang mempersiapkan calon untuk ku yang terbaik dari sisi nya
Di waktu yang tepat dengan orang yang tepat
Lalu jika waktunya masih ada melajang
Tentu saja ku gunakan untuk belajar hal baru, memperbaiki diri ku menjadi versi terbaik
Karena aku tahu menjadi istri, menjadi orangtua adalah sebuah tanggung jawab.
Dimana kita harus bisa menjadi peran besar dalam sebuah keluarga, lalu kita akan menjadi ibu yang melahirkan manusia-manusia
Mungkin salah satu, atau semua anak kita adalah calon orang sukses
Calon manusia yang baik untuk keluarga, untuk masyarakat, untuk dunia
Dia akan banyak mencontoh ibu yang berpendidikan tinggi
Maka dari itu Allah mempersiapkan waktu yang tepat untuk aku
Ya aku tidak lagi berfikir tentang apa komentar orang lain terhadap kehidupan ku
Toh semua manusia sedang sibuk memikirkan diri mereka sendiri
Lalu mereka terkadang hanya butuh seseorng di tertawakan agar kehidupan yg menyedihkan bisa di bandingka dengan rasa orang lain
Mereka mau terlihat lebih
Padahal ketika mereka berbicara
Pada saat itulah sifat asli mereka terlihat
Aku hanya tertawa karena ada banyak manusia yang sedang pusing memikirkan orang lain
Aku juga tertawa kepada manusia yang selalu ingin berbicara tanpa adab dan asal kepada orang lain padahal mereka tahu hal tersebut akan menyakiti
Komentar
Posting Komentar